Bahan kosmetik penyebab alergi kulit

 
ID KESEHATANKECANTIKAN SUPLEMEN SET1 468X60 12062014 Bahan kosmetik penyebab alergi kulit Bahan kosmetik penyebab alergi kulit

Berdasarkan penelitian, sekitar separuh wanita mengalami alergi akibat kosmetik tertentu. Reaksi alergi sebenarnya menunjukkan bahwa Anda memiliki hipersensitifitas pertahanan tubuh terhadap bahan tertentu. Suatu bahan kosmetik yang bagi orang lain (dengan genetis lain) tidak dianggap sebagai bahan yang berbahaya (antigen) akan memicu reaksi perlawanan antigenik oleh tubuh Anda. Sebagai akibatnya bisa muncul reaksi alergi yang beragam, mulai kulit yang memerah hingga bengkak (biduran).

FastStoneEditor Bahan kosmetik penyebab alergi kulit

Berikut ini beberapa bahan kosmetik penyebab alergi kulit yang sebaiknya Anda ketahui untuk menambah pengetahuan:

Phthalate

Bahan pembuat plastik umumnya terdaftar sebagai phthalate DBP atau di-n-butyl, yang sering digunakan dalam produk cat kuku. Ftalat dianggap zat karsinogen (penyebab kanker) yang memungkinkan bayi terkena cacat lahir, ruam alergi dan eksim. Di Eropa penggunaan zat tersebut telah lama dilarang.

Shea Butter

Orang yang alergi terhadap kacang bisa sangat peka terhadap shea butter maupun cocoa butter.

Triclosan

Ritual mencuci tangan dengan sabun yang mengandung triclosan dalam beberapa kasus bisa menimbulkan ruam gatal pada telapak tangan dan jari. Jika Anda mengalaminya, sebaiknya hindari sabun yang mengandung bahan tersebut.

Resin

Resin yang banyak digunakan dalam produk kecantikan untuk menciptakan aroma wangi sering menyebabkan alergi kulit. Sebaiknya mencari produk yang bebas wewangian.

Formaldehid

Sebagian besar produk kecantikan khususnya untuk produk kulit dan produk perawatan rambut mengandung bahan formaldehid seperti urea imidazolidinyl atau Quaterinium 15, yang sangat reaktif. Kontak yang sering terjadi adalah pada kuku dan rambut. Dermatolog Dr. Marsha Gordon mengatakan, penyebab dermatitis karena cat kuku adalah kelopak mata dan kulit tangan yang kemerahan. Saat mengoleskan pelembab ke mata dan kulit, zat alergi ini bisa berpindah dari tangan ke bagian tubuh lainnya.

Paraben

Bahan pengawet ini paling banyak digunakan dalam produksi massal karena harganya murah dan stabil. Hampir sulit menemukan produk tanpa paraben seperti metil, propil, dan hydroxybenzoate benzil. Reaksi alergi yang diakibatkan bahan ini adalah ruam kemerahan.

Senyawa Asam

Mayoritas asam seperti azelaic, alpha hidroksi, benzoat, laktat, sorbat dalam ukuran sedikit masih bisa ditoleransi tubuh. Namun asam sinamat mengakibatkan reaksi alergi meski dalam dosis kecil. Bahan yang banyak di temukan dalam pasta gigi menyebabkan rasa gatal dan kering di gusi, bibir dan sekitar mulut. Agar aman, pilihlah produk pasta gigi tanpa asam sinamat. Dan oleskan vaseline di sekitar mulut dan dagu sebelum menyikat gigi untuk menghalangi asam.

Paraphenylenediamine (PPD)

Bahan ini terdapat pada pewarna rambut permanen. Akibatnya, alergi bisa berupa ruam kemerahan pada kulit kepala, garis rambut di dahi, leher hingga belakang telinga. Alergi terhadap PPD akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Retinoid

Retinoid adalah bahan antipenuaan (anti aging) serta mampu mengurangi jerawat. Namun, efek buruknya, zat ini bisa menjadikan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari dan kekeringan di musim hujan. Sebaiknya retinoid dipakai dalam jumlah sedikit. Jika memakai krim malam anti penuaan yang mengandung retinoid, sebaiknya begini: oleskan krim selama 15 menit kemudian bilas dengan pembersih ringan.